Senin, 16 Mei 2011
 
 
Beberapa analis setuju bahwa pengetahuan-pengetahuan dan keahlian berikut sangat diperlukan bagi seorang ANALISIS SISTEM yang baik :
 
a)   Pengetahuan dan keahlian tentang teknik pengolahan data, teknologi 
   komputer dan pemograman komputer :
   · Keahlian teknis yang harus dimiliki adalah termasuk keahlian dalam 
     penggunaan alat dan teknik untuk pengembangan perangkat lunak aplikasi 
     serta keahlian dalam menggunakan komputer.
   · Pengetahuan teknis yang harus dimiliki meliputi pengetahuan tentang 
     perangkat keras, teknologi komunikasi data, bahasa-bahasa komputer, 
     sistem operasi, utiliti, dan paket-paket perangkat lunak lainnya.
b. Pengetahuan tentang bisnis secara umum
   Aplikasi bisnis merupakan aplikasi yang sekarang paling banyak diterapkan,
   maka analis sistem harus mempunyai pengetahuan tentang ini. Pengetahuan 
   ini dibutuhkan supaya analis sistem dapat berkomunikasi dengan pemakai 
   sistem. Pengetahuan tentang bisnis ini meliputi akuntansi keuangan, 
   akuntansi biaya, akuntansi manajemen, sistem pengendalian manajemen, 
   pemasaran produksi, manajemen personalia, keuangan, perilaku organisasi, 
   kebijaksanaan perusahaan dan aspek-aspek bisnis lainnya.
c. Pengetahuan tentang metode kuantitatip
   Dalam membangun model-model aplikasi, analis sistem banyak menggunakan 
   metode-metode kuantitatif seperti linier programming, dynamic programming,
   regresion, network, decision tree, trend, simulasi.
d. Ahli memecahkan masalah kompleks ke dalam masalah kecil
   Analis sistem harus mempunyai kemampuan untuk meletakkan permasalahan-
   permasalahan komplek yang dihadapi oleh bisnis, memecah-mecah masalah 
   tersebut ke dalam bagian-bagiannya, menganalisisnya dan kemudian harus 
   dapat merangkainya kembali menjadi suatu sistem yang dapat mengatasi 
   permasalahan-permasalahan tersebut.
e. Ahli berkomunikasi dan membina hubungan
   Analis sistem harus mempunyai kemampuan untuk mengadakan komunikasi baik 
   secara lisan maupun tertulis. Keahlian ini diperlukan di dalam wawancara, 
   presentasi, rapat dan pembuatan laporan-laporan.
f. Memahami metodologi pengembangan sistem informasi
   Manusia merupakan faktor yang kritis di dalam sistem dan watak manusia 
   satu dengan yang lainnya berbeda. Analis sistem yang kaku dalam membina 
   hubungan kerja dengan personil-personil lainnya yang terlibat, akan 
   membuat pekerjaannya menjadi tidak efektif. Apalagi bila analis sistem 
   tidak dapat membina hubungan yang baik dengan pemakai sistem, maka akan 
   tidak mendapat dukungan dari pemakai sistem atau manajemen dan 
   kecenderungan pemakai sistem akan mempersulitnya.
 
 

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Nah, Gan idealnya emang gitu ..... dan seharusnya.
Nah, gan gini terkadang saat pengembangan sebuah sistem informasi, sering kita berhadapan dengan user/customer yg ababil.. (Tingkat kelabilan dah parah!!!!)
Artinya gini., saat diskusi untuk Requirement dengan user, ho oh lancar jadi ... trus di lanjut dengan bikin prototipe. ehhh lancar jaya, juga mulus lus lus.. artinya Semua bisnis rule dah mateng, batasan-batasan sistem jelas dan desain interface, format2 laporan2 dah disetujui alias yahudd Gan ... pokoknya cakap dah Gan ...MOU di buat dan tanda tangan dari pihak yang terlibat dah di dapet ...
wah gan langsung tancap ke Developmnet, testing .. deployment( xixixix SDLC Gan ....) wah gan saat seperti ini dah terbayang dengan penuh harapan TERMIN 1 bakalan cair nih ... xixixixi (DUIT.... aku seiap menerimamu .... , sori lebay ..)


Dan Hari H-nya tiba : I M P L E M E N T A S I !!
Nah disini gan awal bencana ... sang user mulai komplain ini itu yang katanya gak sesuai ...., minta ubah sana - ubah sini ...(Padahal semua dah sesuai dengan MOU-nya !!).
Dan kalo cuman sekedar bug---, yaelah ... Insya ALLAH bisa cepet ....

User mengatakan "RULE BISNISNYA GAK SESUAI DENGAN PERMINTAAN !!!, JADI SISTEM TIDAK BISA DI GUNAKAN !!!"

Nah ... ini yang mereka komplain RULE !!!! padahal dan sesuai dengan MOU.. Gan ...
Alamat dah Gan, semua konsep tentang analisa sistem, programming, OOP, Normalisasi Database, testing prosedur buyar semua. padahal termin 1 mau akan cair .. Nah Gan disini terjadi dilema. Mo gak di terusin duit-nya gak mo cair..nama baik tercoreng (soalnya user bisa ngomong apa aja ke orang lain), mau di terusin otomatis cost-nya bakalan membengkak ....dan terjadilah adu-debat-kusir yang berkepanjangan antara client/user dan developer alias nego-tarik-ulur yang berkepanjangan...
.... Dan perdebatan itu bermuara di "kambing hitam" yang harus siap di korbanken !!..( mirip perang yah ? ade korbannya gan ..) dan itulah realita di software development ...


Buntutnya, Reengineering.. Ini nih gan ibarat minum kopi gak pakek gula ... Paiiiiiiiiittttt sekali .....

Yah Gan.. gitulah sedikit cerita dari seorang Software Developer ...

Gan asal tau ajah...Pengembagan Sistem komputerisasi di Indonesia banyak yang gagal hal ini di sebabkan karena labilnya sang user/client.. Bahkan perusahaan sekelas SAP pun pernah gagal ....karena ulah sang user yang sering berubah keinginanya ...

Chat BOX


ShoutMix chat widget

Statistik

Pengikut